Berita Hawzah – Dikutip dari Humas Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia, program budaya dan seni ini diselenggarakan dengan kehadiran warga Iran yang bermukim di Indonesia, tokoh-tokoh budaya, umat Islam Indonesia, dan para pencinta budaya serta ajaran Islam. Acara berlangsung di Kantor Atase Kebudayaan dan Huseiniyah Imam Khomeini (ra) di Jakarta.
Dalam acara tersebut, Mustafa Debu membawakan karya spiritual dan terkenal berjudul “Mawla Ali” serta melantunkan syair-syair tentang keutamaan Ahlulbait yang suci (as), sehingga menciptakan suasana yang penuh makna dan semangat bagi para peserta.
Mustafa Debu, yang juga dikenal dengan nama Kumail Mustafa Dawud, merupakan salah satu tokoh yang dikenal dalam dunia musik spiritual di Indonesia.
Ia lahir di Amerika Serikat dan telah bertahun-tahun tinggal serta berkarya di Indonesia. Debu dikenal secara internasional sebagai vokalis utama grup musik Debu, sebuah kelompok yang memadukan musik tradisional, irfani, dan spiritual. Grup ini telah menggelar berbagai pertunjukan di sejumlah negara Islam maupun non-Islam dan berhasil menarik khalayak yang luas.
Karya-karya seniman ini pada umumnya berpusat pada tema-tema seperti cinta Ilahi, spiritualitas, perdamaian, akhlak, dan kecintaan kepada Ahlulbait (as). Oleh karena itu, ia memiliki popularitas yang cukup besar di kalangan berbagai lapisan masyarakat Indonesia.
Sebelum membawakan puisi Imam Khomeini (ra), Debu dalam sambutan singkatnya menyinggung kedudukan spiritual dan pengaruh global pendiri Republik Islam Iran tersebut. Ia menyatakan bahwa penampilan karya ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pribadi serta warisan pemikiran dan irfan Imam Khomeini (ra).
Ia menegaskan:
"Puisi-puisi Imam Khomeini sarat dengan tema cinta Ilahi, irfan, dan spiritualitas, serta mampu memengaruhi beragam pendengar tanpa memandang batas-batas bahasa maupun kebangsaan."
Program ini diselenggarakan oleh Atase Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia. Dalam acara tersebut, para peserta selain mengenang dan menghormati Imam Khomeini (ra), juga merayakan Idul Ghadir Khum.
Pidato, pertunjukan budaya dan seni, pembacaan syair pujian (madhah), serta pemaparan berbagai aspek kepribadian dan pemikiran Imam Khomeini (ra) merupakan bagian lain dari rangkaian acara tersebut.
Komentar Anda